Minggu, 09 Agustus 2020

Persiapan diri dan keluarga dalam masa pandemi

Novel coronavirus SARS-CoV-2, yang menjadi penyebab penyakit COVID-19, kini menjadi tantangan global yang membutuhkan tindakan nyata dari semua pihak.

Virus corona ditularkan melalui infeksi droplet - infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan tetesan air yang dikeluarkan dari saluran pernapasan atas melalui bersin ataupun batuk.

Virus ini berkembang biak di dalam tenggorokan. Dari sana patogen dapat dikeluarkan dari tubuh lebih cepat melalui bersin, batuk atau hanya sekadar meniup udara. Dengan cara ini, SARS-CoV-2 pun menyebar ke permukaan tubuh karena bersentuhan dengan membran mukosa (selaput lendir) sehingga dapat menginfeksi orang lain dengan sentuhan atau kontak langsung melalui tangan.

COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO dan juga telah dinyatakan sebagai Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana melalui Keputusan Nomor 9A Tahun 2020 dan diperpanjang melalui Keputusan Nomor 13A tahun 2020

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi sistem lingkungan terbesar (makrosistem) yang tentunya sangat berdampak pada lingkungan terkecil (mikrosistem), yaitu keluarga. Perubahan demi perubahan dihadapi oleh keluarga pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sebagainya sehingga memengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga. Keluarga menjadi sentral utama dalam keberhasilan era normal baru. 

Persiapan yang perlu dilakukan untuk menghadapi sebuah pandemik berfokus pada tiga area:

  • Membatasi jumlah orang yang terinfeksi virus.
  • Melengkapi keluarga dengan perlengkapan penting dalam keadaan darurat.
  • Membatasi diri dari tempat maupun acara-acara besar yang dapat menjadi lokasi infeksi virus menyebar.

Tindakan konkret yang dapat dilakukan individu untuk melindung diri dan orang lain dari infeksi droplet:

  • Jaga jarak satu atau dua meter dari siapapun yang terinfeksi virus.
  • Cuci tangan secara teratur sampai bersih (setidaknya 20 detik dengan menggunakan sabun, termasuk mencuci pergelangan tangan).
  • Hindari berjabat tangan dan memeluk orang.
  • Kembangkan refleks perlindungan diri, contoh: Tekan tombol lift dengan buku jari, bukan dengan ujung jari.
  • Hindari tempat dan acara yang sibuk dan ramai. Atur prioritas.
  • Hindari menyentuh wajah Anda dan wajah teman atau kerabat Anda.
  • Jangan menyentuh selaput lendir dari mulut, mata dan hidung dengan menggunakan jari.
  • Gunakan sarung tangan jika diperlukan. Cuci atau ganti sarung tangan setiap hari.
  • Jangan bersin dengan menutup wajah dengan tangan, tapi gunakan siku tangan atau tisu sebagai gantinya.
  • Buang tisu bekas segera ke tempat sampah yang aman.
Di masa pandemi dan era normal baru, keluarga harus memperkuat fungsinya supaya mampu  menjadi  pilar dan pondasi yang kuat untuk negara Indonesia tercinta.


sumber:
Tin Herawati.Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, COVID-19. https://www.ipb.ac.id/

https://www.kesmas.kemkes.go.id/
https://www.news.detik.com/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar